Sabtu, 22 Oktober 2016

Psikologi Manajemen # Tugas 2

Psikolog Manajemen # Tugas 2
Nama: Nugroho Tri Hutomo
Npm: 18514113
Kelas: 3PA17

A. Pengorganisasian Manajemen
I. Pengertian Struktur Organisasi
Struktur Organisasi memiliki hubungan sangat erat dengan tujuan organisasi yang dibentuk. Merupakan faktor penting dalam melihat cara kerja suatu organisasi, struktur organisasi akan dapat dipahami melalu strukturnya yang tergambar sehingga akan dapat diketahui bagian dan sub bagian, tugas dan tanggung jawab masing-masing serta hubungan koordinasi antara bagian tersebut.
Menggali lebih dalam mengenai definisi struktur organisasi dapat kita lakukan dengan membandingkan beberapa pengertian struktur organisasi menurut persepektif para ahli. Berikut ini beberapa pengertian struktur organisasi menurut para ahli :
1.      Robbins dan Coulter
Struktur Organisasi dipahami sebagai rangkaian kerangka kerja organisasi secara formal. Dengan kerangka kerja tersebut tugas-tugas pekerjaan dikelompokkan, dibagikan lalu dikootdinasikan.
2.      Handoko
Menjelaskan bahwa struktur organisasi ialah sebuah pola yang secara formal mengelompokkan orang berdasarkan tugas tanggungjawab pekerjaanya
3.      Renard Kasali
Struktur organisasi merupakan interaksi berupa hubungan-hubungan yang lebih kompleks antara individu dalam sebuah organisasi. Sesuai dengan teori manajemen, dalam struktur organisasi terdapat pembagian tugas yang disesuai dengan fungsi-fungsi yang dibutuhkan organisasi.

II. Fungsi dari Manajemen
Seperti yang dikutip dalam buku “The Professional Management” oleh Louis A. Alen Fungsi utama manajemen sebagai berikut:

1. Memimpin (Leading)
Tugas seorang manajer adalah agar orang lain bertindak untuk tujuan organisasi. fungsi ini meliputi:
mengambil keputusan (decision maker);
melakukan komunikasi (communicating);
memberikan motivasi (motivating);
memilih orang-orang (selecting people);
mengembangkan orang lain (developing people) melalui penilaian hasil kinerja, memberikan saran dan pemberian latihan atau training.
2. Merencanakan (Planning)
Tugas dan kegiatan utama pencanaan meliputi :
•         Forecasting atau meramalkan untuk waktu yang akan datang;
•         Membuat target dan sasaran (seat goal or targeting);
•         Programming (membuat acara) membuat rencana urutan kegiatan yang diperlukan untuk pencapaian target;
•         Schedulling (mengatur urutan waktu pelaksanaan atau time table);
•         Budgeting (menyusun rencana anggaran biaya);
•         Membuat Standard Operating Procedure (SOP) tentang pelaksanaan pekerjaan;
•         Estabilishing and Interpreting Policies (menetapkan dan menafsirkan kebijakan-kebijakan pelaksanaan pekerjaan)

3. Menyusun (Organizing)
Kegiatan mengatur dan menghubungkan suatu pekerjaan sehingga dilaksanakan lebih efektif dan efisien meliputi:
•         Design Organization Structure (Desain Struktur Organisasi),
•         Menentukan job description dari masing-masing jabatan untuk mencapai sararan organisasi;
•         Delegating Responsibility and Authority (mendelegasikan tanggung jawab dan wewenang) menetapkan pertangungjawaban untuk hasil yang dicapai;
•         Estabilishing Relationship (menetapkan hubungan-hubungan yang membedakan antara atasan dan staff);
•         Mendeskripsikan hal-hal yang dianggap efektif sehubungan dengan pemanfaatan sumber daya manusia guna pencapaian sasaran.

4. Mengawasi (Controlling)
Melakukan pengawasan, pengendalian dan pengamatan meliputi:
Developing Performance Standard (perkembangan pekerjaan);
Measuring Performance (pengukuran hasil pekerjaan);
Taking Corrective Action (melakukan tindakan perbaikan dan mengoreksi kesalahan)
•         Setiap fungsi manajemen atau seorang manajer harus mempunyai keempat keahlian diatas dan harus mampu menerapkannya dalam suatu kegiatan organisasi yang terpadu untuk mencapai tujuan utama perusahaan sesuai dengan prinsip manajemen.

III. Manfaat dari struktur Fungsional dan Divisional
Struktur Fungsional mengelompokkan fungsi-fungsi yang sama atau kegiatan yang sejenis untuk membentuk suatu satuan organisasi. Individu yang memiliki keahlian yang sama dikelompokan bersama. Struktur fungsional terdiri dari fungsi-fungsi utama organisasi, yaitu: produksi, pemasaran, keuagan,dan personalia/SDM.
Manfaatnya sendiri ialah:
-          Menciptakan efisiensi melalui spesialisasi
-          Memusatkan keahlian organisasi
-          Memudahkan manajer dalam melakukan monitoring dan mengevaluasi kinerja karyawan
-          Memerlukan koordinasi internal yang minimum
-          Meminimumkan duplikasi personalia dan peralatan dari segi biaya
Struktur Divisional adalah struktur yang berdasarkan divisi yang berbeda dalam organisasi. Struktur-struktur ini dibagi kedalam departemen dikelompokkan ke dalam divisi mandiri terpisah berdasarkan pada kesamaan produk, program, atau daerah geografis. Perbedaan keterampilan merupakan dasar departemntaslisasi, dan bukannya kesamaan keterampilan.
Manfaatnya sendiri ialah:
-          Lebih mudah dalam pengelolaannya karena memecah organisasi menjadi divisi yang lebih kecil
-          Memungkinkan pembuatan keputusan strategis yang lebih luas dan konsentrasi penuh pada tugas-tugas
-          Tempat latihan yang baik bagi para manajer strategic
-          Manajer dapat memilih struktur (produk, geografis, pasar) yang paling sesuai dengan divisinya
-          Sesuai untuk lingkungan yang cepat berubah, tanggapan yang cepat pada perubadan di suatu lokasi tertentu.

IV. Kerugian pada struktur Fungsional dan struktur Divisional
Struktur Fungsional :
1.Menimbulkan kesulitan dalam komunikasi dan konflik antar fungsi
2. Menyebabkan kemacetan pelaksanaan tugas yang sifatnya berurutan
3. Memberikan respon yang lebih lambat terhadapt perubahan
4. Anggota fungsi hanya berfokus pada kepentingan tugas-tugasnya sehingga cenderung berpandang sempit dan dapat merugikan organisasi secara keseluruhan

Struktur Divisional:
1. Memungkinkan berkembanganya persaingan disfungsional antar sumber daya organisasi dan konflik antara tugas-tugas & prioritas-prioritas
2. Kepentingan divisi mungkin ditempatkan di atas kepentingan organisasi secara keseluruhan
3. Kebijakan divisi tidak konsisten dengan kebijakan divisi lain maupun dengan kebijakan organisasi
4. Timbulkan masalah dalam alokasi sumber data dan distribusi biaya-biaya perusahaan
5. Adanya duplikasi sumber data dan peralatan yang tidak perlu

V. Contoh Kasus
Struktur Fungsional: Perusahaan yang menggunakan struktur fungsional, yaitu PT Surya Indonesia, perusahan ini bergerak dalam bidang jasa yaitu asuransi jiwa. Yang mana perusahaan ini didirikan dan menggunakan struktur organisasi fungsional. Sehingga perusahaan ini sudah sangat tersusun dengan rapi pembagian tugasnya, yang mempermudah dalam mengontrol pekerjaan para bawahan.
Struktur Divisional: Perusahaan yang menggunakan struktur divisional, yaitu Wal-Mart Stores, Inc ,yang merupakan perusahaan Amerika Serikat yang mengoperasian jaringandepartment store. Menurut Fortune Global 500 2008, Wal-Mart adalah perusahaan public terbesar di dunia berdasarkan perndapatan. Perusahaan ini menggunakan struktur divisional dimana ketika mengembangkan berbagai produk baru dalam indurstri dan pasar yang berbeda, biasanya perusahaan mengubah strukturnya menjadi struktur organisasi yang terdisi dari beberapa divisi. Tiap-tiap divisi dapat beroprtasi sendiiri-sendiri dibawa pengarahan seorang manajer divisi yang bertanggungjawab langsung kepada CEO. Dalam struktur organisasi divisional, manajer divisi dapat mengembangkan strategi untuk masing-masing divisinya dan mungkin saja mereka menghadapi persaingan yang berbeda dengan divisi lainnya sehingga strategi yang ditempuh mungkin juga berbda dengan divisi lainnya.

B. Actuating dalam Manajemen
I. Pengertian Actuating
Actuating adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran yang sesuai dengan perencanaan manjerial dan usaha-usaha oganisasi. Jadi actuating artinya menggerakan orang-orang agar mau bekerja dengan sendirinya atau dengan kesadaran secara bersama-sama untuk mencapai tujuan yang dikehendaki secara efektif. Actuating adalah pelaksanaan untuk bekerja. Untuk melaksanakan secara fisik kegiatan dari aktivitas tersebut, maka manajer mengambil tindakan-tindakannya kearah tersebut. Seperti leadership, perintah, komunikasi dan conseling.
            George R. Terry (1986) mengemukakan bahwa actuating merupakan usaha menggerakan anggota-anggota kelompok sedemikian rupa hingga mereka berkeinginanan dan berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan, oleh karna itu para anggota itu juga ingin mencapai sasaran tersebut. Dari pengertian diatas, pelaksanaan (actuating) tidak lain upaya untuk menjadikan perencanaan menjadi kenyataan, dengan melalu berbagai pengarahan dan pemotivasian agat setiap karyawan dapat melaksanakan kegiatan secara optimal sesuai dengan peran, tugas, dan tanggung jawab.

II. Pentingnya Actuating dalam Manajemen
            Fungsi actuating lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan dengan orang-orang dalam organisasi. Perancanaan dan pengorganisasian yang baik kurang berarti bila tidak diikuti dengan penggerakan seluruh potensi sumber daya manusia dan non-manusia pada pelaksanaan tugas. Semua sumber daya manusia yang ada harus dioptimalkan untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi. Setiap SDM harus bekerja sesuai dengan tugas, fungsi, dan peran, keahlian dan kompetensi masing-masing SDM untuk mencapai visi, misi, dan program kerja organisasi yang telah ditetapkan,

III. Prinsip Actuating dalam Manajemen
            Pengarah merupakan hubungan manusia dalam kepemimpinan yang mengikat para bawahan agar bersedia mengerti dan menyumbangkan tenaganya secara efektif serta efisien dalam pencapaian tujuan suatu organisasi. Didalam manajemen, pengarahan ini bersifat sangat kompleks karena disamping menyangkut manusia juga menyangkut berbagai tingkah laku dari manusia-manusia itu sendiri. Manusia dengan berbagai tingkah lakunya yang berbda-beda. Ada beberpa prinsip yang dilakukan oleh pimpinan perusahaan dalam melakukan pengarahan, yaitu:

1. Prinsip mengarah kepada tujuan
2. Prinsip keharmonisasi dengan tujuan
3. Prinsip kesatuan komando
Sumber :
Jones, Gareth R. Organizational Theory : Text and Cases, Addison Wesley, 1995
 Stoner, James A.F., et al., Management, 6th Ed., Prentice Hall Inc, Englewood Cliffs, 1995
https://lailaallatief.wordpress.com/2014/10/26/manfaat-struktur-fungsional-dan-struktur-divisional-kerugiannya/
http://www.kembar.pro/2015/05/pengertian-dan-peranan-utama-manajemen.html
http://pengayaan.com/pengertian-struktur-organisasi-menurut-para-ahli/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar