Nama : Nugroho
Tri Hutomo
Kelas : 1PA15
NPM : 18514113
Dosen : Bpk
Sudjiran
Tugas : Makalah
IBD (6)
6.1 Pengertian
Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata
derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau
menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak
menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin.
Penderitaan termasuk realitas
dunia dan manusia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat
ada juga yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat tidaknya
intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh
seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu
penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah
awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.
Berbagai kasus penderitaan
terdapat dalam kehidupan. Banyaknya macam kasus penderitaan sesuai dengan
liku-liku kehidupan manusia. Bagaimana manusia menghadapi penderitaan dalam
hidupnya? Penderitaan fisik yang dialami manusia tentulah diatasi secara medis
untuk mengurangi atau menyembuhkannya. Sedangkan penderitaan psikis, penyembuhannya terletak pada kemampuan si
penderita dalam menyelesaikan soal-soal psikis yang dihadapinya.
6.2 Siksaan
Siksaan dapat diartikan sebagai
siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani.
Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan. Siksaan yang
dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari banyak terjadi dan banyak dibaca di
berbagai media massa. Bahkan kadang-kadang ditulis dihalaman pertama dengan
huruf besar, dan kadang-kadang disertai gambar si korban.
Apa itu phobia?
Ahli-ahli medis mempunyai
pendapat yang berbeda-beda dan banyak penderita yang mempunyai teori tentang
asal mula dari ketakutan mereka. Kebanyakan phobianya dimulai dengan suatu
shock emosional atau suatu tekanan pada waktu tertentu, misalnya pekerjaan
baru, kematian dalam keluarga, suatu
operasi atau sakit yang serius. Beberapa penderita mengatakan bahwa mereka
memang merasa gelisah dan tertekan sejak masih kanak-kanak, tetapi phobia juga
dapat berkembang dalam diri orang-orang yang kelihatannya tenang dan mantap.
Tanpa pengobatan anak-anak yang
menderita phobia sekolah dapat berkembang menjadi agoraphobia yang parah bila
mereka suda biasa. Kesukarannya adalah, bahwa orang tua sulit membedakan antara
kemalasan yang kadang-kadang timbul dan phobia yang sebenarnya.
Siksaan yang sifatnya psikis
misalnya kebimbangan, kesepian dan ketakutan. Kebimbangan dialami oleh seseorang bila ia pada suatu saat tidak
dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil. Kesepian dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya
sendiri atau jiwanya walaupun ia dalam lingkungan orang ramai. Ketakutan merupakan bentuk lain yang
dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin.
Banyak sebab yang menjadikan
seseorang merasa ketakutan, antara lain:
1. Claustrophobia dan Agoraphobia
Claustrophobia adalah rasa takut
terhadap ruangan tertutup. Agoraphobia adalah ketakutan yang disebabkan
seseorang berada di tempat terbuka.
2. Gamang
Merupakan ketakutan bila
seseorang di tempat yang tinggi.
3. Kegelapan
Merupakan suatu ketakutan
seseorang bila ia berada di tempat yang gelap.
6.3 Kekalutan
Mental
Penderitaan batin dalam ilmu
psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan
mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan
seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan
bertingkah secara kurang wajar.
Gejala-gejala permulaan bagi
seseorang mengalami kekalutan mental adalah:
a. Nampak
pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak nafas, demam, nyeri pada
lambung.
b. Nampak
pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, cemburu, mudah
marah.
Tahap-tahap gangguan kejiwaan
adalah:
a. Gangguan
kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun
rohaninya.
b. Kekalutan
merupakan titik patah (mental breakdownya) dan yang bersangkutan mengalami
gangguan.
Sebab-sebab timbulnya kekalutan
mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai berikut:
a. Kepribadian
yang lemah
b. Terjadinya
konflik sosial budaya
c.
Cara pematangan batin
Proses-proses kekalutan mental
yang dialami oleh seseorang mendorongnya ke arah
a. Positif:
trauma (luka jiwa) yang dialamu dijawab secara baik sebagai usaha agar tetap
survive dalam hidup.
b. Negatif:
trauma yang dialami diperlarutkan atau diperturutkan, sehingga yang
bersangkutan mengalami frustasi yaitu tekanan akibat tidak tercapainya apa yang
diinginkan.
6.4 Penderitaan
dan Perjuangan
Setiap manusia pasti mengalami
penderitaan, baik berat ataupun ringan. Penderitaan adalah bagian kehidupan
manusia yang bersifat kodrati. Karena itu terserah kepada manusia itu sendiri
untuk berusaha mengurangi penderitaan itu semaksimal mungkin, bahkan menghindari
atau menghilangkan sama sekali.
Pembebasan dari penderitaan pada
hakekatnya meneruskan kelangsungan hidup. Caranya ialah berjuang menghadapi
tantangan hidup dalam alam lingkungan, masyarakat sekitar dengan waspada, dan
disertai doa kepada Tuhan supaya terhindar dari bahaya dan malapetaka.
Apabila kita memperhatikan dan
membaca riwayat hidup para pemimpin bangsa, orang-orang besar di dunia,
sebagian dari kehidupannya dilalui dengan penderitaan dan penuh perjuangan.
Pemimpin kita Bung Karno dan Bung Hatta berapa lama mendekam dalam penjara
kolonial karena perjuangannya memerdekakan bangsa. Demikian juga
pemimpin-pemimpin kita yang lain.
6.5 Penderitaan,
Media Masa dan Seniman
Dalam dunia modern sekarang ini
kemungkinan terjadi penderitaan itu lebih besar. Hal ini telah dibuktikan oleh
kemajuan teknologi dan sebagainya menyejahterakan manusia dan sebagian lainnya
membuat manusia menderita. Penciptaan bom atom, reaktor, nuklir, pabrik senjata
merupakan sumber peluang terjadinya penderitaan manusia. Hal ini sudah terjadi
seperti bom atom di Hirosima dan Nagasaki, kebocoran reaktor nuklir di Unisoviet. Penggunaan
peluru kendali dalam perang Irak.
Berita mengenai penderitaan
manusia silih berganti mengisi lembaran koran, layar TV, pesawat radio dengan
maksud supaya semua orang yang menyaksikan ikut merasakan dari jauh penderitaan
manusia. Dengan demikian dapat menggugah hati manusia untuk berbuat sesuatu.
Media masa merupakan alat yang
paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia
secara cepat kepada masyarakat. tetapi tidak kalah pentingnya komunikasi yang
dilakukan para seniman melalui karya seni, sehingga para pembaca, penontonnya
dapat menghayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni.
6.6 Penderitaan
dan Sebab-sebabnya
Apabila kita kelompokkan secara
sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan dapat
diperinci sebagai berikut:
a. Penderitaan
yang timbul karena perbuatan buruk manusia.
b. Penderitaan
yang timbul karena penyakit, siksaan/azab Tuhan.
6.7 Pengaruh
Penderitaan
Orang yang mengalami penderitaan
mungkin akan memperoleh engaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap
yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif
misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh
diri.
Sikap positif yaitu sikap optimis
mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan
perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya
bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah,
bahkan mungkin timbul sikap keras atau anti.
Apabila sikap negatif dan positif
ini dikomunikasian oleh para seniman kepada para pembaca, penonton, maka para
pembaca, para penonton akan memberikan penilaiannya. Penilaian itu dapat berupa
kemauan untuk mengadakan perubahan nilai-nilai dalam kehidupan masyarakat
dengan tujuan perbaikan keadaan. Keadaan yang sudah tidak sesuai ditinggalkan
dan diganti dengan keadaan yang lebih sesuai. Keadaan yang berupa hambatan
harus disingkirkan.
Daftar Pustaka
Nugroho, Widyo., & Achmad Muchji. (1996). Seri Diktat Kuliah MKDU Ilmu Budaya Dasar, Jakarta:
Penerbit Gunadarma.
