Nama : Nugroho
Tri Hutomo
Kelas : 1PA15
NPM : 18514113
Dosen : Bpk
Sudjiran
Tugas : Makalah
IBD (4)
4.1 Pengertian
Cinta Kasih
Menurut kamus umum bahasa
Indonesia karya W.J.S Poerwadarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada)
atau (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih
artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian
arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa
cinta. Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang)
kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Menurut Erich Fromm, cinta selalu menyatakan unsur-unsur dasar tertentu,
yaitu pengasuhan, tanggung jawab, perhatian dan pengenalan. Sedangkan menurut Dr. Sarlito W. Sarwono, dikatakannya
bahwa cinta memiliki tiga unsur yaitu keterikatan, keintiman dan kemesraan.
4.2 Cinta
Menurut Agama
Dalam kehidupan manusia, cinta
menampakkan diri dalam berbagai bentuk. Kadang-kadang seseorang mencintai
dirinya sendiri. Kadang-kadang mencintai orang lain. Atau juga istri dan
anaknya, hartanya, atau Allah dan Rasulnya. Berbagai bentuk cinta ini bisa kita
dapatkan dalam kitab suci Al-Qur’an.
1.
Cinta
Diri
Gejala yang menunjukkan kecintaan manusia terhadap dirinya sendiri ialah
kecintaannya yang sangat terhadap harta, yang dapat merealisasikan semua
keinginannya dan memudahkan baginya segala sarana untuk mencapai kesenangan dan
kemewahan hidup (QS. Al-Adiyat 100:8)
2.
Cinta
Kepada Sesama Manusia
Al-Quran menyeru kepada orang-orang yang beriman agar saling mencintai
seperti cinta mereka pada diri sendiri. Dalam seruan itu sesungguhnya
terkandung pengarahan kepada para mukmin agar tidak berlebih-lebihan dalam
mencintai diri-sendiri.
3.
Cinta
Seksual
Cinta erat kaitannya dengan dorongan seksual. Sebab ialah yang bekerja
dalam melestarikan kasih sayang, keserasian, dan kerjasama antara suami istri.
Ia merupakan faktor yang primer bagi kelangsungan hidup keluarga:
“dan diantara tanda-tanda
kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri,
supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya
diantaramu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar
terdapat tanda-tanda bagi yang berpikir.” (QS. Ar-Rum, 30:21).
4.3 Kasih Sayang
Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa
Indonesia karangan W.J.S Poerwadarminta adalah perasaan sayang, perasaan cinta
atau perasaan suka kepada seseorang.
Kasih sayang, dasar komunikasi dalam satu keluarga.
Komunikasi antara anak dan orang tua. Pada prinsipnya anak terlahir dan
terbentuk sebagai hasil curahan kasih sayang orang tuanya. Pengembangan watak
anak dan selanjutnya tak boleh lepas dari kasih sayang dan perhatian orang tua.
Suatu hubungan yang harmonis akan terjadi bila hal itu terjadi secara timbal
balik antara orang tua dan anak.
Orang tua dalam memberikan kasih sayangnya bermacam-macam
demikian pula sebaliknya. Dari cara pemberian cinta kasih ini dapat dibedakan:
1. Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat pasif.
2. Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat aktif.
3. Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat pasif.
4. Orang
tua bersifat aktif, si anak bersifat aktif.
Dalam hal ini orang tua dan anak
saling memberikan kasih sayang dengan sebanyak-banyaknya. Sehingga hubungan
antara orang tua dan anak sangat intim dan mesra, saling mencintai, saling
menghargai, saling membutuhkan.
Kasih sayang itu nampak sekali
bila seorang ibu sedang menyusui atau menggendong, bayinya diajak
bercakap-cakap, ditimang-timang, dinyanyikan, meskipun bayi itu tak tahu arti
kata-kata, lagu dan sebagainya.
4.5 Kemesraan
Kemesraan berasal dari kata dasar
mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan ialah hubungan yang
akrab baik antara pria wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah
berumah tangga. Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih sayang yang
mendalam.
Kemesraan dapat menimbulkan daya
kreativitas manusia. Dengan kemesraan orang dapat menciptakan berbagai bentuk
seni sesuai dengan kemampuan dan bakatnya. Rendra dalam puisinya “Episode”
misalnya, melukiskan betapa kemesraan cinta merasuk kedalam jiwa dua sejoli
muda-mudi yang sedang menjalin cinta.
Kami duduk berdua
Dibangku
halama rumah
Pohon
jambu dihalaman itu
Berbuah
dengan lebatnya
Dan kami
sedang memandangnya
Angin
yang lewat
Memainkan
daun yang berguguran
Tiba-tiba
ia bertanya:
“mengapa
sebuah kancing bajumu lepas terbuka?”
Aku
hanya tertawa
Lalu ia
sematkan dengan mesra
Sebuah
peniti menutup bajuku
Sementara itu
Aku Guguran
bunga jambu
Yang mengotori
rambutnya.
4.5 Pemujaan
Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya
yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan
tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini ialah karena pemujaan
kepada Tuhan adalah inti, nilai dan makna kehidupan yang sebenernya. Apa sebab
itu terjadi adalah karena Tuhan mencipta alam semesta.
Tuhan adalah pencipta, tetapi Tuhan juga penghancur
segalanya, bila manusia mengabaikan segala perintahnya. Karena itu ketakutan
manusia selalu mendampingi hidupnya dan untuk menghilangkan ketakutan itu
manusia memuja-Nya.
Karena itu jelaslah bagi kita semua, bahwa pemujaan kepada
Tuhan adalah bagian hidup manusia, karena Tuhan pencipta semesta termasuk
manusia itu sendiri. Dan penciptaan semesta untuk manusia.
4.6 Belas Kasihan
Suatu
pernyataan perhatian yang baik hati atau rasa kasihan yang memberikan kelegaan
kepada orang-orang yang tidak beruntung; keibaan hati yang lembut; selain itu,
kadang-kadang, peringanan hukuman.
Belas kasihan sering kali adalah terjemahan
dari kata Ibrani ra·khamim′ dan kata Yunanie′le·os (kata kerja, e·le·e′o). Dengan
memeriksa kata-kata ini dan penggunaannya, kita dibantu untuk mendapatkan makna
dan nuansa artinya yang lengkap. Kata kerja Ibrani ra·kham′ didefinisikan sebagai ”bercahaya,
mempunyai perasaan hangat karena emosi yang lembut; . . . beriba
hati”. (A Hebrew and Chaldee Lexicon, diedit oleh B. Davies, 1957, hlm.
590) Menurut seorang leksikograf bernama Gesenius, ”Gagasan utamanya tampaknya
terletak pada tindakan menyayangi, menenteramkan, dan pada keadaan emosi yang
lembut.” (A Hebrew and English Lexicon of the Old Testament, diterjemahkan oleh E. Robinson,
1836, hlm. 939) Kata ini berkaitan erat dengan kata untuk ”rahim” atau dapat
memaksudkan ”usus besar”, yang terpengaruh sewaktu seseorang mempunyai perasaan
yang hangat dan simpati yang lembut atau rasa kasihan. Bdk. Yes 63:15, 16; Yer 31:20.
Cara-cara menumpahkan belas kasihan
Berbagai macam cara orang memberikan belas kasihan tergantung
kepada situasi dan kondisi. Ada yang memberikan uang, ada yang memberikan
barang, ada yang memberikan pakaian, makanan dan sebagainya.
4.6 Cinta Kasih Erotis
Cinta kasih kesaudaraan merupakan cinta kasih antar
orang-orang yang sama-sama sebanding. Sedangkan cinta kasih ibu merupakan cinta
kasih terhadap orang-orang yang lemah tanpa daya. Walaupun terdapat perbedaan
besar antara kedua jenis tersebut, kedua-duanya
mempunyai kesamaan bahwa pada hakekatnya cinta kasih tidak terbatas
kepada seseorang saja. Bila saya kasihi saudara saya, semua anak saya disamping
itu bahkan saya kasihi semua anak-anak yang membutuhkan saya. Berlawanan dengan
kedua jenis cinta kasih tersebut ialah cinta kasih erotis, yaitu kehausan akan
penyatuan yang sempurna, akan penyatuan dengan seseorang lainnya. Pada
hakekatnya cinta kasih tersebut bersifat eksklusif, bukan universal, dan juga
barangkali merupakan bentuk cinta kasih yang paling tidak dapat dipercaya.
Daftar Pustaka
Nugroho, Widyo., & Achmad
Muchji. (1996). Seri Diktat Kuliah MKDU
Ilmu Budaya Dasar, Jakarta: Penerbit Gunadarma.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar